Gagas Kompetisi Film Pendek, Disparta Kota Batu Ingin Tonjolkan Potensi Wisata Desa

  • Whatsapp
Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar Kompetisi Film Pendek untuk mengangkat kearifan lokal dan desa wisata di Kota Batu
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Film pendek dipilih Dinas Pariwisata Kota Batu sebagai medium untuk mengangkat kearifan lokal dan potensi desa wisata di Kota Batu.

Baca Juga

Sektor pariwisata didorong untuk bergeliat kembali. Berbagai cara dilakukan untuk mempromosikan pariwisata aman di Kota Batu. Sehingga kunjungan wisatawan meningkat.

Salah satu terobosan Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar Kompetisi Film Pendek bertema ‘Kearfian Lokal dan Desa Wisata Kota Batu’. Kompetisi ini sebagai ruang untuk mendorong masyarakat agar tetap berkarya di masa pandemi Covid-19. Menuangkan gagasan kreatifnya mempromosikan wisata berbasis potensi desa.

Sebagai informasi, pendaftarannya pun tanpa dipungut biaya alias gratis dengan hadiah total puluhan juta rupiah. Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Sidiq berharap dari film bisa memberikan informasi pada masyarakat tentang ragam kearifan lokal dan desa wisatanya yang ada di Kota Batu.

“Dengan diadakanya lomba ini diharapkan dapat menyebarkan optimisme untuk menghasilkan karya berkualitas dan menggali potensi wisata serta mewadahi keahlian warga Malang Raya”, jelas Arief.

Untuk film berdurasi maksimal 10 menit termasuk credit tittle, film diproduksi tahun 2020 dan setelahnya serta belum pernah diikutsertakan pada lomba lain. Film pendek ini bisa menjadi media sosialisasi promosi wisata yang ada di Kota Batu ke pada wisatawan.

Perwakilan panitia, Dessy mengatakan periode kompetisi digelar pada 24 – 26 Februari 2021. Lalu untuk ketentuan dan persyaratannya peserta harus warga Malang Raya dengan menunjukkan KTP.

“Jenis film adalah fiksi bukan dokumenter, iklan layanan masyarakat, trailer film, video musik, film animasi dan vlog. Bila menggunakan bahasa lokal atau daerah wajib memberikan subtitle bahasa Indonesia,” beber Dessy.

Karya Tidak Boleh Terikat Kontrak dengan Pihak Lain

Selanjutnya, karya juga tak boleh terikat kontrak perjanjian dengan pihak lain, bila ada permasalahan terkait hak cipta maka sepenuhnya tanggung jawab peserta. Mereka juga diperbolehkan mengirim lebih dari satu karya nanti panitia akan memilih satu terbaik.

“File karya dikirim dengan resolusi 1080p atau 720p, aspect ratio 16:9 atau 4:3, frame rates 24 fps atau 25 fps, serta format mov atau mp4. Kemudian karya yang dikirim bakal menjadi hak milik Disparta untuk materi promosi wisata,” imbuhnya.

Tambah Dessy, film yang dikirim tidak boleh ditarik kembali atau mengandung sara dan pornografi. Keputusan juri tak boleh diganggu gugat atau bisa mendiskualifikasi karya yang melanggar ketentuan.

“Untuk uang pembinaan bakal diberikan pada juara satu, dua, dan tiga saat diumumkan pada 26 Februari,” tururnya.

Senada Andika yang juga menjadi salah satu panitia menerangkan administrasi dan pengiriman karya pertama lomba bersifat grafis, peserta wajib mengisi formulir pendaftaran melalui link bit.ly/FilmPendekBatu2021, peserta juga wajib mengirimkannya ke link sebelum batas waktu yang ditentukan yaitu 23 Februari 2021.

“Untuk kriteria penilaian ada tiga, pertama harus sesuai tema, orisinalitas, kreatifitas, dan ide cerita. Kedua, kualitas akting, kostum, dan setting tempat. Ketiga teknik sinematografi, angle, artistik, audio, visual, dan editing,” tutupnya. (wok/adv/aka)