BerandaBerita KhususBPIP: Stop Isu SARA di Medsos, Saatnya Jadi Bangsa yang Produktif dan...

BPIP: Stop Isu SARA di Medsos, Saatnya Jadi Bangsa yang Produktif dan Inovatif

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo berharap isu SARA tidak perlu lagi dibagikan atau dibicarakan di ruang publik seperti media sosial (medsos).

“Setiap kali kita bicara, beropini di publik, ruang publik atau medsos, tidak boleh lagi menyingung SARA, etnis, ras, juga hal-hal yang dirasa menyingung sesama apalagi (dengan menggunakan) ujaran hewan-hewan ini dan itu, jangan itu,” ujar Benny kepada awak media, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA: BPIP Minta Kemendikbud Masukkan Pendidikan Pancasila ke PJP 2020-2035

Lebih lanjut, Rohaniawan yang populer dipanggil Romo Benny itu juga mengatakan, sudah saatnya Bangsa Indonesia tidak lagi meributkan hal yang remeh temeh dan Lelah bergulat dengan isu SARA yang kontra produktif.

Benny mengajak seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk memikirkan kemajuan. “Bagaimana Bangsa Indonesia bisa menjadi unggul dengan melakukan hal-hal yang produktif dan memikirkan inovasi-inovasi untuk pembangunan Bangsa,” katanya.

Menurutnya, isu SARA tidak akan memicu keributan yang mengarah ke perpecahan jika pengguna medsos bisa bijak dan arif dalam menggunakannya.

“Etika perlu diperhatikan dalam bermedia sosial, etika itu bukan lagi menjadi sesuatu yang diatur atau dipaksakan, melainkan menjadi sebuah kesadaran bersama masyarakat,” ujar Romo Benny mengutip Imanuel Kant.

“Jasmerah, itu kata Bung Karno. Mengapa penting kita tidak meninggalkan sejarah? Agar kita tahu bahwa Bangs aini terbentuk karena rasa persatuan dan saling menghargai perbedaan satu sama lain, kemajemukan yang kita miliki. Itulah salah satu kunci untuk menuju Indonesia unggul,” tegas Romo Benny.

BACA JUGA: Kasus Diskriminasi Siswi di SMKN 2 Padang, Ini Tanggapan Stafsus BPIP Romo Benny – Imperiumdaily.com

Lanjut Romo Benny, kini saatnya menerapkan pendidikan yang mengajarkan cinta kepada Tanah Air dan Bangsa Indonesia, sesuai dengan yang diamanatkan Para Pendiri Bangs akita, termasuk Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Bangsa Indonesia.

“Penguasaan informasi itu penting, seperti kata Fransisco Bacon, siapa menguasai informasi dia akan menguasai dunia. Akan tetapi penguasaan terhadap informasi dan tekni informasi harus dimanfaatkan dengan sangat baik dan diarahkan untuk pembangunan nasional, pembangunan bangsa dan negara. Bukan malah dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak produktif dan singgung menyingung SARA,” pungkasnya.(sir/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Bea Cukai Bentengi Pedagang Kelontong Kota Batu dari Peredaran Rokok Ilegal

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Kota Batu menerima kucuran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021 senilai Rp 18,9 miliar. Pemanfaatannya diatur dalam Permenkeu nomor 206/PMK.07/2020...