Ibu dan Anak Kompak Sidang Tesis Bareng Dipascasarjana Unesa Surabaya

proses kuliah tentu pekerjaan, juga harus memotivasi diri agar tetap konsisten menyelesaikan berbagai tugas dan riset.banyak sekali tantangannya. Di samping harus pandai membagi waktu dengan

Ibu dan Anak Kompak Sidang Tesis Bareng Dipascasarjana Unesa Surabaya
Ibu dan Anak Kompak Sidang Bareng

NUSADAILY.COM- SURABAYA -  Seorang ibu dan anak, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sidang tesis bersamaan. Yekti Wulancahyani akhirnya bisa lega setelah berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan para penguji dalam sidang di Gedung Pascasarjana, Unesa Lidah Wetan, Surabaya Senin (28/11/2022) kemarin.

Yang bikin melegakan dan membanggakan lagi, sidang tesis Yekti berbarengan dengan putranya, Rahadyan Lazuardhi Prasadhana. Ya, dia dan anak sulungnya sama-sama kuliah magister di prodi S2 Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Pascasarjana, Unesa. Masuk tahun 2020. Mereka satu kelas. Sidang bareng dan selesai bareng.

BACA JUGA : Komnas Perempuan Kritik Vonis Bechi 7 Tahun: Putusan Sangat...

Yekti dan putranya memang sejak awal kuliah sudah kompak. Selalu belajar bersama dan menyelesaikan tugas pun bersama. “Kita belajarnya bareng. Anak saya tantangannya apa dan saya tantangannya apa, saling sharing dan memotivasi. Sejak itu kami juga komitmen agar bisa lulus bareng. Ya sebagai seorang Ibu, tentu bangga dengan pencapaian ini,” ujar Yekti.

proses kuliah tentu  pekerjaan, juga harus memotivasi diri agar tetap konsisten menyelesaikan berbagai tugas dan riset.banyak sekali tantangannya. Di samping harus pandai membagi waktu dengan

“Belum lagi pandemi. Saya kan di Bali sementara anak saya sudah berkeluarga dan tinggal di Bekasi. Nah, suami saya sudah berpulang ke rahmatullah. Untuk menjaga komitmen kami dengan kesibukan masing-masing itu gak gampang. Saya harus memotivasi diri saya dan anak saya,” papar perempuan pemilik Homeschooling Primagama di berbagai daerah itu.

BACA JUGA ; Awas! Surabaya Raya Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan Deras...

Yekti mengaku bangga bisa sidang bareng sang anak. Saat presentasi dia tidak merasa canggung pun saat menjawab berbagai pertanyaan dari dewan penguji. “Saya presentasi itu sudah biasa diperhatikan anak-anak. Tanpa disadari, gaya presentasi saya mirip dengan cara anak saya presentasi. Anak memang peniru yang sangat baik,” ucap ibu tiga anak itu sembari tertawa ringan.

Untuk tesisnya, Yekti meneliti pengaruh home visit dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik. Hasil penelitiannya menemukan pentingnya keterlibatan keluarga atau orang tua dalam proses pendidikan anak.

Apa sih kiatnya kok bisa kompak? Dijelaskan Rahadya bahwa itu semua karena faktor dukungan keluarga dan komitmennya bersama sang Ibu. “Mama itu orangnya sangat terbuka. Saya juga sering bercerita apapun. Mama terus memotivasi. Jadinya ada tekad yang kuat serta komitmen untuk belajar dan selesai bareng,” terangnya.

Selain itu, Rahadya percaya dengan sang Ibu dan selalu memenuhi keinginan sang Ibu. Lagian, keinginan seorang Ibu hanya ingin melihat anaknya bisa hidup sukses dan bahagia. “Tidak ada salahnya saya ikuti. Toh ini demi kebaikan saya juga. Dan, saya percaya, rida orang tua adalah rida Allah,” tukasnya.

Selanjutnya, agar bisa kompak perlu mengenali kesamaan antara anak dan ibu. Bagi Rahadya, antara anak dan orang tua itu tentu memiliki perbedaan. Nah, perbedaan bukanlah masalah, tetapi menjadi bagian dari proses memahami satu sama lain. Kemudian, omelan orang tua pun tidak bisa dipandang negatif. Karena itu demi kebaikan anak juga.

“Terima kasih kepada Ibu dan keluarga saya tentunya. Kemudian ucapan terima kasih juga kepada para dosen, pembimbing dan penguji sehingga saya dan Ibu saya tercinta bisa sampai di titik ini. Terima kasih semuanya. Semoga pencapaian ini bisa berkah dan bermanfaat,” tutupnya.(ris)