8 Temuan BPK di LHP APBD Magetan Tahun 2023, Ada Kelebihan Bayar Hingga Honor di Bawah UMR

Terdapat kesalahan penganggaran belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja honorarium yang belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2023.

Jun 10, 2024 - 13:43
8 Temuan BPK di LHP APBD Magetan Tahun 2023, Ada Kelebihan Bayar Hingga Honor di Bawah UMR
Foto: Ilustrasi

Magetan, Nusadaily.com - Bukan hanya 4, tetapi ada sebanyak 8 temuan krusial oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pengunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Magetan Tahun Anggaran 2023.

8 temuan BPK mengungkap kelemahan dalam pengelolaan keuangan daerah Magetan, termasuk implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang belum optimal, pengelolaan pendapatan pajak yang tidak tertib, serta pergeseran anggaran belanja bantuan operasional sekolah tanpa persetujuan Peraturan Bupati.

Kemudian, terdapat kesalahan penganggaran belanja barang dan jasa, belanja modal, serta belanja honorarium yang belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2023.

“Kita akan segera menindaklanjuti temuan BPK ini dengan langkah-langkah korektif. Kita akan perbaiki sistem dan tata kelola keuangan daerah agar lebih tertib dan akuntabel," kata Pj Bupati Magetan Hergunadi, saat dikonfiramsi pada Senin (10/06/2024).

Terkait pengelolaan keuangan daerah, seperti sisa lebih bayar (SILB) dan Upah Minimum Regional (UMR), akan menjadi fokus perbaikan. Ia akan penyempurnaan pembayaran honorarium melalui pembuatan Surat Keputusan (SK) Bupati dan penyelesaian pembayaran sesuai dengan UMR.

"Kita juga akan meningkatkan pengawasan kegiatan agar tidak terjadi sisa lebih bayar lagi," tambah Hergunadi.

Selain itu, Hergunadi berkomitmen untuk memperbaiki pengelolaan aset daerah, termasuk sertifikasi aset yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini. 

Ia berharap dengan penindaklanjutan temuan BPK ini, pengelolaan keuangan daerah di Magetan akan menjadi lebih baik dan transparan.

"Banyak nanti kita tingkatkan dari hotel, restoran, dan pencatatan aset yang masih perlu diperbaiki. Kami harapkan akhir tahun ini sertifikasi aset bisa selesai," pungkasnya. (nto).