3 Korban Tanah Longsor di Bogor Belum Ditemukan hingga Hari Ini

Tim gabungan masih mencari tiga warga yang menjadi korban bencana longsor di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (12/10).

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Tim gabungan masih mencari tiga warga yang menjadi korban bencana longsor di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (12/10).

Selain tiga orang yang belum ditemukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melaporkan empat warga meninggal dunia tertimpa longsoran dan telah berhasil dievakuasi.

"Tim gabungan berasal dari BPBD Kota Bogor, TNI, Polri, Basarnas, relawan dan warga setempat," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat (14/10).

Sementara itu, banjir juga menerjang beberapa wilayah di Bogor. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat lima kecamatan di Kota Bogor terdampak banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA : Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Ngada NTT, 5 Rumah Terkubur, 1 Balita Tewas, Belasan Orang Hilang

Sebanyak 35 KK atau 76 jiwa terdampak bencana ini. Saat ini teridentifikasi satu KK atau tiga jiwa mengungsi ke tempat yang aman.

Bencana juga menyebabkan kerusakan antara lain satu rumah rusak berat dan dua rusak ringan.

"Tercatat terdampak meliputi fasilitas pendidikan 1 unit dan rumah 18. Sebanyak 6 unit rumah lainnya terancam akibat struktur tanah labil," kata Abdul Muhari.

Secara rinci, wilayah yang terdampak banjir dan longsor yaitu Kelurahan Kedung Halang, Tanah Baru dan Tegal Gundil di Kecamatan Bogor Utara.

BACA JUGA : Detik-Detik Tanah Longsor di Banyuwangi Tewaskan Satu Warga

Selanjutnya, Kelurahan Gunung Batu, Pasir Jaya, Margajaya, Cilendek Barat dan Menteng di Kecamatan Bogor Barat.

Kelurahan Genteng, Pamoyanan, Pakuan, Sempur, Muara Sari dan Cikaret di Kecamatan Bogor Selatan.

Kelurahan Cibogor, Sempur, Kebon Kalapa, Pangaran, Ciwaringin, Bogor Tengah dan Tegal Lega di Kecamatan Bogor Tengah. Serta satu kelurahan yakni Kebon Pedes di Kecamatan Tanah Sereal.

"Mengantisipasi potensi bahaya hidrometeorologi basah di musim hujan, pemerintah Kota Bogor telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat banjir. Status tersebut terhitung mulai tanggal 10 September hingga 31 Desember 2022," kata dia.(lal)